Tari Kontemporer vs. Tari Tradisional: Perbedaan dan Titik Temunya
Tari Kontemporer vs. Tari Tradisional: Perbedaan dan Titik Temunya
Seni tari terbagi menjadi banyak aliran, namun perbandingan antara tradisional dan kontemporer selalu menarik.
Tari Tradisional terikat kuat pada aturan, ritual, musik baku, dan kostum yang melambangkan warisan budaya dan sejarah.
Gerakannya seringkali bersifat repetitif dan memiliki makna filosofis yang diwariskan turun-temurun, seperti Tari Piring atau Jaipong.
Tari Kontemporer adalah kebalikannya: membebaskan diri dari aturan, mencari eksplorasi gerakan baru, dan seringkali menggunakan gerakan harian untuk menyampaikan pesan pribadi atau politik.
Musik dan kostumnya sangat fleksibel, bahkan terkadang tanpa musik sama sekali.
Namun, titik temu yang menarik adalah banyak koreografer kontemporer yang kini kembali mengambil inspirasi dari gestur dan filosofi tari tradisional.
Mereka mengolah kembali gerakan klasik ke dalam bingkai modern.
Komentar
Posting Komentar