Seni Jalanan (Street Art): Dari Vandalisme Menjadi Galeri Terbuka
Seni Jalanan (Street Art): Dari Vandalisme Menjadi Galeri Terbuka
Seni jalanan, yang mencakup graffiti, mural, dan instalasi publik tak resmi, telah berevolusi dari tindakan vandalisme menjadi bentuk seni yang diakui.
Awalnya, graffiti adalah bentuk perlawanan, penanda wilayah, atau ekspresi anonim di perkotaan.
Kini, seniman seperti Banksy telah mengangkat street art menjadi kritik sosial yang tajam dan bernilai jual tinggi.
Isi ini akan membahas pergeseran persepsi ini dan bagaimana seni jalanan memanfaatkan ruang publik sebagai kanvasnya.
Ia adalah seni yang demokratis, dapat diakses oleh siapa pun tanpa perlu tiket masuk museum.
Mural besar seringkali digunakan untuk memperindah kota atau menyampaikan pesan harapan dan persatuan.
Pembahasan juga akan menyentuh perbedaan antara izin resmi dan pekerjaan ilegal, serta etika di baliknya.
Seni jalanan merefleksikan denyut nadi kota dan suara rakyat.
Komentar
Posting Komentar