Lukisan Gua Tertua di Dunia dari Indonesia
Lukisan Gua Tertua di Dunia dari Indonesia
Salah satu yang diabadikan dalam platform ini adalah lukisan gua seni cadas tertua di dunia dari Indonesia yang berusia 50 ribuan tahun. Lukisan yang menggambarkan tiga manusia sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan itu ditemukan di gua kapur di Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Lukisan cadas ini diketahui berusia 51.200 tahun.
Diungkapkan tak semua gua yang berisi lukisan cadas ini mudah diakses. Kadang harus naik tebing yang di bawahnya jurang. Aksesnya pun lama bila jalan kaki.
"Situs-situs ini tidak bisa diakses umum, memang restricted," tutur ahli seni cadas Indonesia dari BRIN, Adhi Agus Oktaviana dalam diskusi di forum yang sama.
Salah satunya adalah taman arkeologi Leang-Leang di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Salah satunya adalah taman arkeologi Leang-Leang di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Waktu itu mencapai lokasi, dengan ahli pigmen di Arkeometri (Pusat Riset Arkeometri) 3 jam jalan kaki dari kampung di Leang-Leang, 3 jam menyeberangi sungai, seberangi gunung," tutur Adhi.
Bila ke lokasinya pun, Adhi menambahkan, warna-warna dan gambar lukisan di gua itu tampak pudar.
"Mahasiswa datang ke situs pasti mata harus adaptasi dulu, cuma warna merah saja ini Pak. Jadi harus tracing manual, itu kerja hampir 1 bulan mengerjakan gambar ini. Ini chapter pertama disertasi saya," tutur Adhi soal riwayat mengungkap lukisan gua seni cadas tertua di dunia yang ada di Leang Karampuang itu.
Bila ke lokasinya pun, Adhi menambahkan, warna-warna dan gambar lukisan di gua itu tampak pudar.
"Mahasiswa datang ke situs pasti mata harus adaptasi dulu, cuma warna merah saja ini Pak. Jadi harus tracing manual, itu kerja hampir 1 bulan mengerjakan gambar ini. Ini chapter pertama disertasi saya," tutur Adhi soal riwayat mengungkap lukisan gua seni cadas tertua di dunia yang ada di Leang Karampuang itu.
Adhi juga mengerjakan disertasi tentang lukisan gua tertua di dunia yang menggambarkan babirusa itu saat mengerjakan disertasi doktoral di Griffith University.
inspiration from:Detik Edu
27/08/2025
-Tarisa Octavia
Komentar
Posting Komentar